• Join Us on Google Plus!

Sabtu, 22 Oktober 2016

LAYANAN TELEMATIKA

Oktober 22, 2016 // by Unknown // No comments

Layanan telematika adalah layanan dial-up ke internaet maupun ke semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internte sendiri merupakan salah satu contoh telematika.
Ada 4 layanan telematika, layanan ini dihubungkan melalui jaringan telekomunikasi yang disediakan melalui perpaduan komunikasi, media dan teknologi informasi. Berikut penjelasan dari ke empat layanan telematika :
1.   Layanan Telematika di Bidang Informasi
Informasi sangatlah bermanfaat dan jika dimanfaatkan dengan baik informasi dapat menambah wawasan dan juga dapat dijadikan sebagai penunjang keputusan. Layanan telematika di bidang informasi memberikan kita akses mudah untuk mendapatkan berbagai informasi. Berikut contoh layanan telematika di bidang informasi :
·    Portal berita
·    Media hiburan dan informasi seperti Youtube
·    Informasi jalan raya atau cuaca
·    dll
2.   Layanan Telematika di Bidang Keamanan
Kemanan merupakan hal yang sangat penting untuk melindungi privasi atau data kita serta untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk jika jaringan berhasil diretas. Layanan keamanan memberikan fasilitas untuk menjaga kemanan data ataupun informasi pada kemanan jaringan. Kemanan jaringan disini adalah memberikan peningkatan tertentu untuk jaringan dan peningkatan jaringan ini dapat dilakukan terhadap :
·    Rahasia (Privacy)
·    Keterpaduan Data (Data Integrity)
·    Keaslian (Authenticity)
·    Convert Channel
Untuk contoh layanan kemanan yaitu : Anti virus, internet security, firewall, panggilan darurat dan lain-lain
3.   Layanan Telematika Context Aware dan Event Based
Context-awareness merupakan kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan yaitu data dasar user, lokasi user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user. Contoh dari layanan telematika context aware & event based: Location-based service (mencari data lokasi dimana posisi keberadaan user sekarang berada) dan Google maps
4.   Layanan Perbaikan Sumber
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.
Kebutuhan akan SDM dapat dilihat dari bidang ekonomi dan bidang politik, yaitu :
·    Dilihat dari bidang Ekonomi
Pengembangan telematika ditujukan untuk peningkatan kapasitas ekonomi, berupa peningkatan kapasitas industry produk barang dan jasa.
·    Dilihat dari bidang Politik
Bagaimana telematika memberikan kontribusi pada pelayanan public sehingga menghasilkan dukungan politik.
Dari kedua bidang tersebut diatas kebutuhan terhadap telematika akan dilihat dari dua aspek, yaitu :
·    Pengembangan peningkatan kapasitas industry.
·    Pengembangan layanan publik.
Sasaran utama dalam upaya pengembangan SDM telematika yaitu sebagai berikut :
·    Peningkatan kinerja layanan public yang memberikan akses yang luas terhadap peningkatan kecerdasan masyarakat, pengembangan demokrasi dan transparasi sebagai katalisator pembangaunan.
·    Literasi masyarakat di bidang teknologi telematika yang terutama ditujukan kepada old generator dan today generation sebagai peningkatan, dikemukakan oleh Tapscott.
Kelebihan Layanan Telematika
1.   Masyarakat dapat merasakan pemerataan teknologi yang bisa menjadikan masyarakat menjadi  lebih banyak tahu akan ilmu karena mudahnya mengakses internet.
2.   Masyarakat tidak perlu kuatir lagi jika data atau akun serta passwordnya di ambil dan di salah gunakan oleh orang lain,karena sudah ada layanan keamaan di telematika.
3.   Layanan telematika sangat baik dan efektif digunakan untuk masyarakat karena dapat mempermudah segala sesuatu yang dulunya bersifat manual menjadi digital.

Kerugian Telematika
1.   Berkurangnya interaksi antar sesame manusia.
2.   Banyaknya pengetahuan tentang cara merugikan orang lain,seperti menjadi cracker.
3.   Banyaknya iklan-iklan atau situs-situs yang menyediakan konten 18+ yang bisa di akses oleh siapa saja tanpa ada batasan umur sehingga pola pikir anak jadi terganggu atau menjadi dewasa sebelum waktunya.


Sumber :

ARSITEKTUR TELEMATIKA

Oktober 22, 2016 // by Unknown // No comments

Istilah arsitektur mengacu pada design sebuah aplikasi atau dimana komponen yang membentuk suatu sistem itu ditempatkan dan bagaimana cara berkomunikasinya. Arsitektur telematika yaitu sebuah struktur design yang secara logic dapat meningkatkan hubungan jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Arsitektur mempunyai tiga elemen utama, yaitu :
1.   Arsitektur sistem pemrosesan
Menentukan standar teknis untuk hardware, lingkungan sistem operasi, dan software aplikasi, yang diperlukan untuk menangani persyaratan pemrosesan informasi perusahaan dalam spektrum yang lengkap.
2.   Arsitektur telekomunikasi jaringan
Menentukan kaitan di antara fasilitas komunikasi perusahaan, yang melaluinya informasi bergerak dalam organisasi dan ke peserta dari organisasi lain, dan hal ini juga tergantung dari standar yang berlaku.
3.   Arsitektur data
Dari ketiga arsitektur ini, bagian arsitektur data lah yang paling rumit dan sulit dalam implementasinya, menentukan organisasi data untuk tujuan referensi silang dan penyesuaian ulang, serta untuk penciptaan sumber informasi yang dapat diakses oleh aplikasi bisnis dalam lingkup luas.
·    Dimana telematika digunakan (Where). Telematika digunakan pada alat-alat elektronik seperti telepon selular dan komputer. Dimana alat elektronik tersebut membutuhkan jaringan untuk dapat digunakan.
·    Mengapa telematika digunakan (Why). Yaitu karena perkembangan zaman yang sangat pesat dimana kebutuhan akan informasi semakin meningkat agar lebih efektif. Informasi yang sering berubah-ubah dapat diakses dengan cepat.
·    Bagaimana telamatika digunakan (How). Dengan penggunaan alat elektronik dan perkembangan yang semakin cepat, dengan adanya jaringan dan terhubung dengan internet semua akan didapat dengan mudah.
Arsitektur telematika memiliki 2 model yaitu client dan server dimana 2 model ini merupakan pengaplikasian dari arsitektur telematika. Pada perkembangannya client server banyak digunakan dan dikembangkan terutama oleh perusahaan – perusahaan besar.
Berikut penjelasan model client server.
1.   Arsitektur dari segi client
Arsitektur dari segi client lebih mengarah pada pelaksanaan data yang berhubungan dengan browser dan menggunakan koneksi HTTP. Salah satu contohnya yaitu javascript dimana dalam melakukan pemrosesaannya dengan client menggunakan cookies sebagai penyimpanan data.
Berikut ini adalah Ciri Khas Arsitektur dari segi Client :
·    Selalu melakukan permintaan Hak Akses ke Server.
·    Menunggu penerimaan balasan dari Server.
·    Terkadang terhubung ke sejumlah kecil server di waktu tertentu.
·    Berinteraksi langsung dengan end-user menggunakan GUI.
2.   Arsitektur dari segi server
Arsitektur dari segi server memiliki web khusus server untuk mengeksekusi perintah dengn menggunakan metode HTTP. Salah satu contohnya yaitu tag script pada HTML yang akan mengeksekusi perintah dengan sendirinya. Jenis Jenis Arsitektur dari segi Server yaitu, web server, FTP server, database server, dan Email server.
Berikut ini adalah Karakteristik Khusus Arsitektur dari segi Server :
·    Selalu menunggu permintaan dari salah satu Client.
·    Melayani permintaan Client dan menyelesaikan permintaan Client dengan mengirimkan data dari Server.
·    Server selalu dapat berkomunikasi dengan Client dan melayani permintaan Client.
3.   Arsitektur dari segi client – server
Dalam arsitektur dari segi client – server terdiri dari 3 jenis yaitu Single – tier, Two – tier dan Multi – tear. Berikut penjelasannya.
·    Single – tier
Pada Arsitektur jenis Single-Tier ini hampir semua komponen produksi yang ada didalam sistem dijalankan pada komputer yang sama. Arsitektur jenis Single-Tier ini memiliki beberapa sifat yang perlu kamu ketahui diantaranya :
1.   Design sederhana dan Alternatif harganya mahal
2.   Membutuhkan sedikit perlengkapan untuk dibeli dan memudahkan pemeliharaannya
3.   Arsitektur jenis ini memiliki kelemahan terutama di bagian sistem keamanannya yang sangat rendah dan juga tidak memiliki skalabilitas.
·    Two – tier
Pada Arsitektur jenis Two-Tier ini banyak client dan sebuah server yang saling berhubungan melalui jaringan komputer. Applikasi pada client melakukan permintaan ke database yang akan mengirimkan kembali data ke  client-nya.
Berikut ini tugas tugas dari client yang harus dilakukan seperti :
1.   User interface
2.   Interaksi database
3.   Pengambilan dan melakukan modifikasi data
4.   Melakukan sejumlah aturan bisnis
5.   Dapat melakukan penanganan suatu masalah
Dalam Arsitektur jenis Two-Tier ini sebagian besar akan menerapkan sistem berbasis database. Arsitektur Jenis Two-Tier ini bertujuan untuk membuat pengurangan beban pemprosesan dari komputer server ke komputer client. Jadi semakin banyak user kinerja sistem ini tidak akan menurunkan kualitas kerjanya. Akan tetapi, Arsitektur Jenis Two-Tier ini memiliki beberapa kelemahan dan juga keterbatasan untuk mengaksesnya seperti :
1.   Kurangnya skalabilitas.
2.   Koneksi database harus selalu dijaga.
3.   Tidak ada pembaharuan code pada server.
4.   Tidak ada keamanan tingkat lanjut untuk menjaga suatu sistem server.
·    Multi – tier
Arsitektur Multi Tier ini merupakan tingkat lanjut dari Two-Tier. Dimana Arsitektur Multi Tier ini dikembangkan untuk menutupi kelemahan - kelamahan dari Two-Tier. Dalam hal pemprosesan tingkatan Multi Tier ini disebarkan melalui tiga lapisan.
Khusus untuh lapisan ke-3 dalam arsitektur ini memiliki sejumlah fungsionalitas khusus seperti :
1.   Layanan Presentasi ( Tingkat Client ).
2.   Layanan Bisnis ( Tingkat Menengah ).
3.   Layanan Data ( Tingkat Sumber Data ).
Konsep dari Arsitektur Multi-Tier ini memiliki model yang membagi sebuah fungsionalitas ke dalam sebuah lapisan - lapisan, pengamplikasian yang mendapatkan skalabilitas, keterbaharuan dan ditingkatnya sebuah lapisan keamanannya.

Sumber :


TELEMATIKA

Oktober 22, 2016 // by Unknown // No comments

Definisi Telematika
Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L'informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Perancis telematique merupakan gabungan dua kata telekomunikasi dan informatika. Pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunaan komputer dalam sistem telekomunikasi. Telematika juga bisa di artikan sebagai Teknologi jarak jauh yang mampu menyampaikan informasi satu arah, timbal - balik dengan menggunakan sistem digital.  Beberapa orang praktisi menyatakan bahwa Telematics merupakan singkatan dari dua buah kalimat yaitu Telecommunication dan Informatika.
Selaras dengan pengertian telematika sebagai sarana komuikasi jarak jauh, maka fungsi dari telematika antara lain :
1.   Penyampai informasi. Telematika digunakan sebagai penyampai informasi agar orang yang melakukan Komunikasi menjadi lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Bertambahnya pengetahuan manusia akan meningkatan keterampilan hidup, menambah kecerdasan, meningkatkan kesadaran dan wawasan.
2.   Sarana Kontak sosial hidup bermasyarakat. Interaksi sosial menimbulkan kebersamaan, keakraban, dan kesatuan yang akan melahirkan kerjasama. Telematika menjadi penghubung diantara peserta kerjasama tersebut, walaupun mereka tersebar dimana-mana. Telematika menjembatani proses interaksi sosial dan kerjasama sehingga menghasilkan jasa yang memiliki nilai tambah dibanding hasil perseorangan.
Perkembangan Telematika
Telematika, pada awalnya dikembangkan disisi internet. Ketika komputer tersebar luas kebutuhan akan suatu cara mudah untuk menukar data tumbuh berkembang. Ini adalah ketika teknologi telekomunikasi telah digunakan untuk menghubungkan antar komputer dan kemudian telematika dilahirkan. Telematika adalah jawaban dari keprihatinan yang terjadi pada tahun 1976 di Prancis, ketika itu perkembangan aplikasi komputer telah merubah organisasi ekonomi dan sosial masyarakat. 
Saat ini banyak bidang yang memanfaatkan telematika, seperti bidang telekomunikasi yang berfokus pada pertukaran data yang menjadi kebutuhan konsumen mereka seperti telekomunikasi lewat telepon, saluran televisi, radio, media lainnya, dan bahkan system pelacakan navigasi secara realtime berbasis satelit yang disebut GPS(Global Positioning System). Dalam penerapaannya, Telematika menggunakan teknologi pengiriman, penerimaan dan penyimpanan informasi melalui perangkat telekomunikasi dalam hubungannya dengan pengaruh pengendalian/control pada objek jarak jauh.
Untuk kasus di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang wktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.
1.   Periode Rintisan
Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikanpun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telpon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunaannya masih terbatas.
2.   Periode Pengenalan
Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu.
3.   Periode Aplikasi
Awal era millennium inilah, pemerintah Indonesia serius menanggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik, selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi komputer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada cafe dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.
Trend ke depan Telematika
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) juga tidak akan kalah dengan perkembangan TIK saat ini. Perangkat komputasi berskala terabyte, penggunaan multicore processor, penggunaan memory dengan multi slot serta peningkatan kapasitas harddisk multi terabyte akan banyak bermunculan dengan harga yang masuk akal. Komputasi berskala terabyte ini juga didukung dengan akses wireless dan wireline dengan akses bandwidth yang mencapai terabyte juga. Hal ini berakibat menumbuhkan faktor baru dari perkembangan teknologi. Antarmuka pun sudah semakin bersahabat, lihat saja software Microsoft, desktop UBuntu, GoogleApps, YahooApps Live semua berlomba menampilkan antarmuka yang terbaik dan lebih bersahabat dengan kecepatan akses yang semakin tinggi. Hal ini ditunjang oleh search engine yang semakin cepat mengumpulkan informasi yang dibutuhkan oleh penggunannya.
Pada akhirnya, era robotik akan segera muncul. Segenap mesin dengan kemampuan adaptif dan kemampuan belajar yang mandiri sudah banyak dibuat dalam skala industri kecil dan menengah, termasuk di tanah air. Jadi, dengan adanya teknologi manusia akan terus berkembang sehingga akan ada harapan-harapan tentang masa depan yang lebih baik.
Telematika di Indonesia juga harus mengikuti dan wajib mengikuti perkembangan Telematika untuk kedepannya. Di karenakan, seiring berjalannya waktu dan perkembangan teknologi yang semakin maju. Pasti seluruh Masyarakat merasakan perlunya mengikuti Trend Telematika untuk kedepannya. Walaupun, sebenarnya Trend Telematika ini apabila di ikuti terus tidak akan ada habisnya.
Sumber :

Minggu, 03 Juli 2016

PROPOSAL PEMBUATAN FILM “TREASURE”

Juli 03, 2016 // by Unknown // No comments

I. LATAR BELAKANG

Film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan salah-satu media komunikasimassa audiovisual yang dibuat berdasarkan asas sinematografi yang direkam pada pitaseluloid, pita video, piringan video, dan/atau bahan hasil penemuan teknologi lainnya dalamsegala bentuk, jenis dan ukuran melalui proses kimiawi, proses elektronik, atau proseslainnya, dengan atau tanpa suara, yang dapat dipertunjukkan dan/atau ditayangkan dengan sistem proyeksi mekanik, elektronik, dan sistem lainnya.
Film merupakan salah satu hiburan bagi masyarakat yang menontonnya. Tergerak dari hal itu maka akan dibuat suatu film yang berjudul Treasure yang diharapkan dapat menghibur masyarakat yang menontonnya.


II. TUJUAN

Tujuan pembuatan film ini adalah :
1. Mengembangkan potensi anak agar mampu bersaing di era teknologi sekarang
2. Mengembangakn potensi dalam seni peran
3. Memberikan hiburan kepada masyarakat


III. SASARAN

Sasaran kegiatan pembuatan film “Treasure” ini adalah masyarakat dari semua kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa


IV. PELAKSANA

Dalam pembuatan film “Treasure” ini akan dilaksanakan oleh beberapa orang kru sebagai berikut :
1. Director : Umar Surya
2. Co. Director : Radityatama
3. Script writer : Tya
4. Visual Effects : Umar Surya
5. Editor : Semua kru
6. Design Grafis : Radityatama
7. Camera Op. : Villa
8. Co. Camera Op. : Fauzan
9. Sound Effects :  Tri Agung
10. Co. Sound Effects : Ramdani
11. Lightning : Sudiargo & Rifandi
12. Make-Up : Adela
13. Artisitik : Saepulloh & Nurmala



V. WAKTU DAN TEMPAT PELASANAAN

Waktu dan tempat pelaksanaan pembuatan film “Treaseure” diatur sebagai berikut:
25-8-2016 Sekolah
26-8-2016 Taman
27-8-2016 Hutan
28-8-2016 Rumah kru
29-8-2016 Kota
1 -9-2016 Pemakaman

Nb: Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu.



VI. HASIL YANG DIHARAPKAN

Dengan pelaksanaan kegiatan pembuatan film “Treasure” ini diharapkan dapat diterima dan  membuat masyarakat terhibur.


VII. ANGGARAN BIAYA

Kegiatan pembuatan film ini memerlukan biaya sebesar Rp 500.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) dengan rincian sebagai berikut:

Jenis Pemasukan Pengeluaran
Swadana Rp 130.000,00
Perlengkapan Rp150.000,00
Transportasi Rp 20.000,00
Konsumsi Rp 60.000,00
P3K Rp 8000,00


Kekurangan dana Rp 132.000,00



VIII. PENUTUP

Demikian proposal ini kami buat dengan harapan para donatur dapat memberikan bantuan sehingga kekurangan dana sebesar Rp 132.000,00 (seratus tiga puluh dua ribu rupiah) dapat tertutup.Atas kesediaan para donator untuk memberikan bantuan kepada kami, diucapkan terima kasih.

Jumat, 01 Juli 2016

TAK SEPADAN

Juli 01, 2016 // by Unknown // No comments

Aku kira:
Beginilah nanti jadinya
Kau kawin, beranak dan berbahagia
Sedang aku mengembara serupa Ahasveros
 
Dikutuk-sumpahi Eros
Aku merangkaki dinding buta
Tak satu juga pintu terbuka
 
Jadi baik juga kita padami
Unggunan api ini
Karena kau tidak ‘kan apa-apa
Aku terpanggang tinggal rangka

Aku Ditampaki "Dia-yang-Tidak-Kelihatan-Wajahnya"

Juli 01, 2016 // by Unknown // No comments

Hari ini aku berangkat ke Jogja untuk memulai proyek renovasi jembatan. Bos Eko, mandorku, sudah mengontak kemarin. Aku tidak sendiri, ada empat kawan yang ikut dalam rombongan: Slamet, Jaswadi, Wagiran, dan Kismiadi.

Kami berangkat jam 12.00-an, karena menanti semua ngumpul di rumah Jaswadi. Perjalanan dari Kebumen ke Jogja sendiri membutuhkan waktu 3-4 jam. Karena perlu mencari lokasi juga, kami sampai di tempat proyek jam 5-an lebih.

Kami mulai kerja keesokan harinya. Dan kami memutuskan menginap di tempat proyek. Di mana, pada malam hari, kami tidur di buk - rumah-rumahan yang terbuat dari triplek, biasanya untuk meletakkan perlengkapan kerja proyek. Tapi, kami tidur di luar tanpa dinding dan hanya dialasi triplek yang telah dibentuk sedemikian rupa menyerupai tempat tidur. Tak masalah bagi orang macam kami tidur di mana pun.

Kami semua tidur jejer-jejer bak ikan asin dijemur. Lelah akibat perjalanan jauh, ditambah lampu putih yang cuma 8 watt sehingga remang-remang, membuat kami lebih cepat tertidur pulas.

Di seperempat malam, aku ngililir (terbangun, red.). Aku yang terlentang melihat ke ujung kakiku. Kulihat ternyata ada seseorang tidur melintang. Seseorang itu memakai celana warna putih, baju putih, dengan muka yang tidak terlihat jelas - karena remang-remang. Sebetulnya aku ingin membangunkan temanku. Tapi, rasa takut menguasaiku, sehingga aku hanya bisa terdiam saja. Tidak berani menggerakkan apa-apa.

*

Keesokan harinya, ketika makan siang dan kumpul-kumpul istirahat, aku bercerita mengenai kejadian semalam.

"Eh, semalam aku diweruhi (dilihati, red.) orang pake baju putih. Aku diem aja enggak bicara apa-apa," ungkap Jaswadi.

"Weh, ternyata Pak Jas juga melihat tho?" tanyaku, "Kupikir cuma aku saja. Tadinya, aku mau bangunin yang lainnya. Tapi, aku takut. Jadi, diem aja tanpa gerak."

"Iyo, aku juga ngelihat," imbuh Wagiran.

"Hmm, harusnya pada bangun, terus ditanya, 'Heh, siapa kamu?!'" kata Sunar, kepala pelaksana proyek itu. Diiringi suara tawa yang lain.

Aku kemudian baru mengerti kalau di sekitaran proyek renovasi jembatan itu, banyak sekali "hal-hal yang tak kasat mata". Beberapa hari berikutnya, sebelum aku memutuskan berhenti karena tak kuat diganggu setiap malam, penampakan demi penampakan terus terjadi. Yang berani tetap meneruskan kerja di proyek renovasi jembatan itu.

Siluet hitam itu...

Juli 01, 2016 // by Unknown // No comments

Sekitar pukul 23.15 malam kemarin, aku tidak bisa tertidur sama sekali dibanding biasanya. Entah kenapa aku belum mengantuk sama sekali. Padahal, jam segitu biasanya aku sudah tertidur pulas. Lantaran belum mengantuk, aku memainkan game di PSP sambil tidur-tiduran. Sedang asyik main PSP, aku mendengar suara langkah kaki dan siluet hitam berjalan ke arah dapur.

Aku mengira ayahku sedang ke dapur - kamarku bersebelahan dengan dapur. Kutunggu-tunggu lama betul ayah ke dapur. Ngapain coba? "Nelor?" [:D]. Tapi, aku mengacuhkan pikiranku itu dan tetap memainkan game di PSP. Tiba-tiba bulu kudukku merinding, badanku mendadak panas, jantungku berdetak kencang. Dan ketika ekor mataku melirik gorden kamar, ternyata ada siluet hitam berdiri di sana.

Sumpah, aku ketakutan setengah mati. Mungkin saking takutnya, aku sampai tak bisa berteriak. Aku hanya bisa berdoa di dalam hati. Sementara keringat dingin mengalir deras di sekujur tubuhku. Setelah beberapa menit, akhirnya siluet itu menghilang. Aku pun mendadak bisa bergerak. Jujur, aku ketakutan dan jadi tak bisa tidur. Makhluk haluskah siluet hitam itu? Entahlah...