• Join Us on Google Plus!

Minggu, 29 Juni 2014

Manusia Dan Harapan

Juni 29, 2014 // by Unknown // No comments

Pengertian Harapan


Harapan adalah keyakinan emosional pada kemungkinan hasil positif yang berhubungan dengan kejadian dan keadaan hidup. Harapan membutuhkan tingkat ketekunan yaitu percaya bahwa sesuatu itu mungkin terjadi bahkan ketika ada indikasi sebaliknya. Rasa keyakinan dalam pengertian ini sangat dekat dengan makna yang diberikan kepada iman.

Contoh termasuk harapan yaitu berharap untuk mendapatkan kaya, berharap seseorang yang sembuh dari penyakit, atau berharap bahwa seseorang memiliki perasaan timbal balik cinta.

Harapan merupakan keadaan emosional yang timbul karena adanya rasa kepercayaan pada hasil yang positif berkaitan dengan kejadian dan keadaan dalam kehidupan seseorang. Keputusasaan adalah kebalikan dari harapan. Harapan merupakan "perasaan apa yang diinginkan dapat memiliki atau dimiliki atau berharap sebuah peristiwa akan berubah untuk yang terbaik" atau tindakan " melihat ke depan untuk sesuatu dengan keyakinan keinginan yang masuk akal" atau "merasa sesuatu yang diinginkan dapat terjadi ". Definisi lain adalah "untuk menghargai keinginan dengan antisipasi", "menginginkan dengan harapan didapatkannya", atau "untuk mengharapkan dengan percaya diri".
 
Pengertian cita – cita
Cita-cita adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Tidak ada orang hidup tanpa cita-cita, tanpa berbuat kebajikan, dan tanpa sikap hidup. Cita-cita adalah suatu impian dan harapan seseorang akan masa depannya, bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidup dan bagi sebagian yang lain cita-cita itu hanyalah mimpi belaka. Bagi orang yang menganggapnya sebagai tujuan hidupnya maka cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju dengan langkah yang jelas dan mantap dalam kehidupan ini sehingga ia menjadi sebuah akselerator pengembangan diri namun bagi yang menganggap cita-cita sebagai mimpi maka ia adalah sebuah impian belaka tanpa api yang dapat membakar motivasi untuk melangkah maju. Manusia tanpa cita-cita ibarat air yang mengalir dari pegunungan menuju dataran rendah, mengikuti kemana saja alur sungai membawanya. Manusia tanpa cita-cita bagaikan seseorang yang sedang tersesat yang berjalan tanpa tujuan yang jelas sehingga ia bahkan dapat lebih jauh tersesat lagi. Ya, cita-cita adalah sebuah rancangan bangunan kehidupan seseorang, bangunan yang tersusun dari batu bata keterampilan, semen ilmu dan pasir potensi diri.
Cita-cita bukan hanya terkait dengan sebuah profesi namun lebih dari itu ia adalah sebuah tujuan hidup. Seperti ada seseorang yang bercita-cita ingin memiliki harta yang banyak, menjadi orang terkenal, mengelilingi dunia, mempunyai prestasi yang bagus dan segudang cita-cita lainnya. Namun seorang muslim tentunya akan menempatkan cita-citanya di tempat yang paling tinggi dan mulia yaitu menggapai keridhaan Allah.
Cita-cita bisa di capai jika ada kemauan keras dari hidup kita, sedari kecil kita sudah di tanya oleh orang tua kita , ingin jadi apa ketika besar nanti, apa cita-cita kamu di masa depan, itulah kata-kata yang keluar dari mulut orang tua ataupun siapa saja yg menanyakannya.
biasanya dari kecil kita sudah di tuntun atau di beri motivasi untuk cita-cita kita kedepannya, dan karena dari dukungan orang tua kita bisa berpikir luas dan logis untuk menjalani hidup kedepannya. Tuntunan hidup dari orangtua itu adalah acuan kita supaya bisa niat mengejar cita-cita atau tujuan hidup kita di masa depan.
Orangtua mana yang tidak bangga melihat anaknya bahagia karena sukses menggapai cita-cita yang diinginkannya. Karena cita-cita jika tercpai bukan hanya orang tua saja yang bahagia, tetapi juga kehidupan keluarga kita sendiri jika sudah hidup berumah tangga.
Jadi gapailah cita-citamu setinggi langit, di sertai dengan usaha,kemauan keras dan doa yang memohon untuk dikabulkan cita-cita kita.

Tantangan dalam mewujudkan harapan dan cita cita
Banyak sekali rencana dan keinginan yang hendak kita capai. Namun sayangnya tidak semua bisa mewujudkan sesuai dengan apa yang diinginkannya. Bukan karena tidak mudah untuk diraihnya atau diluar kemampuan kita. Tapi kebanyakan dari keinginan itu berhenti ditengah jalan atau kasarnya gagal untuk dicapai. Ini dikarenakan semata-mata dari kita sendiri yang sulit untuk menjaga komitmen dalam  menjalankan niat terhadap yang apa yang kita inginkan.
Padahal semua keinginan dan resolusi itu menuntut kita untuk bersabar dalam menjalaninya. Karena pada dasarnya semua yang kita inginkan butuh proses untuk mewujudkannya. Tentunya resolusi yang menurut kita baik untuk dicapai, sehingga tidak sia-sia usaha kita dalam menjalaninya.
Kalau belum apa-apa kita sudah bosan, males atau  membuat alasan ini dan itu sebagai justifikasi atau pembenaran untuk tidak berbuat. Maka tunggulah apa yang kita inginkan. Pelan tapi pasti akan menjauh pula dari kita. Karena kita sendiri yang menjadikan rencana atau resolusi itu tumbang ditengah jalan. Jadi janganlah menyalahkan orang lain, kalau kita gagal untuk mewujudkan cita-cita atau berbagai resolusi yang kita buat. Tapi semua itu karena ulah kita yang menganggap remeh dengan suatu proses.
Sebaliknya, selama kita tetap menjalankan langkah-langkah terhadap apa yang kita inginkan atau menjalani suatu proses, niscaya pelan tapi pasti keinginan atau resolusi kita akan bisa terwujud. Karena pada dasarnya tidak ada cita-cita yang tidak mungkin dicapai. Yup, nothing is impossible dan semuanya adalah bisa dan mungkin, selama kita mau berusaha. Jadi prinsip saya, tak akan lari gunung dikejar. Tinggal kita mau tidak berusaha untuk mendekati gunung itu.  Paling tidak sudah lebih dekat dengan  suatu keberhasilan, kalau belum bisa tercapai secara sempurna.
Maka komitmen dan persisten adalah kunci untuk mewujudkan apa yang menjadi resolusi kita. Tanpa itu dilaksanakan atau kita sendiri bosan dalam mewujudkannya, maka tunggu saja pada akhir tahun kita akan membuat resolusi yang sama lagi. Begitu seterusnya. Jadi resolusi akan tinggal resolusi apapun bentuk resolusi kita. Lagi-lagi kita sendiri sumber dari pelaku kegagalan itu.


Sumber :

http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2292940-pengertian-harapan/
http://lifstyle.kompasiana.com/catatan/2013/12/29/tantangan-dalam-mewujudkan-berbagai-resolusi-atau-cita-cita-yang-diinginkan--623481.html

0 komentar:

Posting Komentar